Home / Alasan Konsumsi Daging Sapi Rendah / Alasan Konsumsi Daging Sapi Rendah

Alasan Konsumsi Daging Sapi Rendah

Alasan Konsumsi Daging Sapi Rendah

Temukan alasan konsumsi daging sapi rendah, karena kenyataan konsumsi daging sapi di Indonesia hanya 2,2 kg per kapita pertahun (data 2015) bahkan terendah di Asia Tenggara (Malaysia/Singapura +/- 15 kg). Secara lebih terperinci alasan konsumsi daging sapi rendah umumnya dikonsumsi rutin secara periodik hanya oleh kalangan tertentu yang dalam hal ini menengah lapis atas (B+) dan atas (A). Sedangkan kalangan menengah lapis (B-) dan bawah hanya konsumsi daging sapi pada saat-saat tertentu saja, seperti saat hajatan dan hari-hari besar keagamaan atau konsumsi daging sapi dalam rupa produk seperti bakso, sosis, dan kornet.

Alasan Konsumsi Daging Sapi Rendah

Alasan Konsumsi Daging Sapi Rendah

Hingga saat ini supply daging sapi dalam negeri masih jauh dari mencukupi, sehingga menyebabkan harga daging sapi menjadi mahal, jauh melebihi harga realitas normal. Ditambah lagi penguasaan atas jaringan bakalan, penggemukan, pemotongan, hingga distribusi yang notabene dikuasai sekelompok kecil pengusaha di bidang tersebut, sehingga fluktuasi harga daging sapi sulit untuk dikendalikan, bahkan oleh pemerintah.

Mayoritas konsumen di Indonesia lebih menyukai daging sapi lokal dalam keadaan baru potong (fresh) maupun beku daripada daging sapi import baik dalam keadaan segar maupun beku. Daging sapi lokal yang menjadi favorit konsumen adalah sapi bali yang telah dikenal dengan rasa dan keempukannya yang baik. Bagi para pedagang, sapi Bali disukai karena memiliki rasio daging yang lebih banyak daripada sapi-sapi lainnya, sehingga memberikan keuntungan yang lebih besar.

Distributor Hasil Peternakan

Distribusi Hasil Peternakan

Koperasi Mandiri Artha Makmur

Koperasi Mandiri Artha Makmur, Distribusi Daging Sapi

Berdasarkan fakta tersebut maka diperlukan suatu wadah dan system yang dapat menjembatani antara kurangnya supply dan tingginya demand daging sapi di Indonesia. Atas dasar itulah maka kami mendirikan suatu wadah Koperasi dengan sebuah system modern baik online maupun offline yang concern dalam penyediaan dan distribusi daging sapi yang kami sebut dengan Koperasi Mandiri Artha Makmur (MAM).

Koperasi Mandiri Artha Makmur atau disebut MAM LINK memiliki unit usaha simpan pinjam dengan produk unggulan simpanan berjangka yang inovatif. Selain mendapatkan imbalan bunga simpanan, nasabah juga mendapatkan imbal hasil usaha berupa 1 kg daging sapi potong setiap bulannya (berlaku kelipatan sesuai simpanan). Kualitas daging kami sesuai dengan standar kualitas yang tersedia di pasar modern (Ritel Modern seperti Carrefour, Hypermart, dan sebagainya) dan tersedia berbagai macam jenisnya, seperti Brisket, Shank, Ribs, Tenderloin, Sirloin, dan sebagainya. Sedangkan untuk pasokan berasal dari lokal maupun impor dengan jalur resmi. Melalui koperasi online ini, kami dapat memangkas rantai dan biaya distribusi, dan mengalihkan biaya tersebut menjadi harga jual akhir yang jauh lebih murah dengan kualitas yang sama dengan pasar. Sehingga selain imbal hasil usaha diatas, anggota koperasi mam juga akan mendapatkan diskon untuk pembelian daging sebesar 20% dari acuan harga di Ritel Modern. Selain imbal hasil usaha, simpanan berjangka nasabah akan tetap mendapatkan bunga setara deposito Bank BUMN nasional. Koperasi Mandiri Artha Makmur diawasi dan dibina oleh Departemen Koperasi.

Salah Satu Alasan Konsumsi Daging Sapi Rendah ?

Apa karena harga daging sapi MAHAL..?

Anda mau harga daging sapi MURAH..? Cuma Rp.83.000,-/kg

Segera daftarkan diri Anda pada Koperasi Mandiri Artha Makmur 

Cara Daftar Menjadi Anggota Koperasi MAM :

  1. Mengisi Formulir Pendaftaran Calon Anggota Koperasi MAM Yang Sudah Tersedia
  2. Siapkan Foto Copy KTP
  3. Siapkan Rekening Bank Atas Nama Anggota (BCA, BRI, BNI, Mandiri diutamakan BUKOPIN)

Kirimkan via HP/SMS 081232347673 WA : 08124926363 pin BB : 2B18E120

About adminsolusi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *